Close Menu
    What's Hot

    Waspada Ancaman AI di Sektor Perbankan Dunia

    05-10-2026 - 20.06

    Industri Gadai Meroket Tajam

    05-10-2026 - 20.02

    OJK Tindak Tegas Puluhan Perusahaan Keuangan

    05-10-2026 - 18.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Waspada Ancaman AI di Sektor Perbankan Dunia
    • Industri Gadai Meroket Tajam
    • OJK Tindak Tegas Puluhan Perusahaan Keuangan
    • Eri Budiono Mundur dari Bank Neo Commerce
    • Sektor Asuransi dan Dana Pensiun Tetap Tangguh
    • Strategi Baru OJK Perkuat Fondasi Perbankan
    • Harga Batubara Bakal Melejit ke USD 200
    • Misteri Aliran Dana Asing di Tengah IHSG Hijau
    Senin, 5 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Siapa Raja Batu Bara Terkaya di Indonesia
    Pangan

    Siapa Raja Batu Bara Terkaya di Indonesia

    04-10-2026 - 13.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Peta kekuatan ekonomi para taipan di Indonesia terus menunjukkan dinamika yang menarik untuk disimak. Memasuki bulan Oktober 2026, daftar orang terkaya di tanah air menunjukkan komposisi yang stabil, meskipun nilai aset mereka terus berfluktuasi mengikuti ritme pasar modal dan harga komoditas dunia. Fenomena ini membuktikan bahwa sektor energi, perbankan, dan pertambangan masih menjadi tulang punggung utama bagi para miliarder nasional dalam mengumpulkan kekayaan mereka.

    Nama Low Tuck Kwong kembali mencuri perhatian publik sebagai penguasa takhta tertinggi dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Sosok yang dijuluki sebagai "Raja Batu Bara" ini berhasil mempertahankan posisinya di puncak klasemen dengan total kekayaan yang fantastis, yakni mencapai US$16,4 miliar atau jika dikonversi ke mata uang domestik setara dengan Rp291,37 triliun.

    Siapa Raja Batu Bara Terkaya di Indonesia
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Kejayaan Low Tuck Kwong tidak lepas dari dominasinya di sektor pertambangan melalui PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Berdasarkan data yang dihimpun, kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut mencapai angka yang sangat signifikan, yakni sekitar 20,853% atau setara dengan lebih dari 6,9 miliar lembar saham. Ekspansi bisnisnya pun tidak hanya terbatas pada batu bara konvensional. Low Tuck Kwong tercatat juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan asal Singapura, Metis Energy, serta memiliki portofolio investasi di berbagai sektor strategis lainnya.

    Menariknya, pengaruh bisnis sang raja batu bara ini mulai merambah ke sektor teknologi digital. Ia diketahui memiliki keterkaitan dengan SEAX Global, sebuah proyek ambisius yang tengah membangun infrastruktur kabel laut bawah laut untuk memperkuat konektivitas internet di kawasan Singapura, Indonesia, dan Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi asetnya mulai bergeser ke arah ekonomi masa depan.

    Di bawah dominasi Low Tuck Kwong, persaingan di posisi berikutnya cukup ketat. Robert Budi Hartono dan Prajogo Pangestu masing-masing menempati urutan kedua dan ketiga. Budi Hartono membukukan kekayaan sebesar US$15,2 miliar (Rp271,9 triliun), sementara Prajogo Pangestu menyusul dengan nilai aset US$14,8 miliar atau sekitar Rp263,74 triliun.

    Melengkapi daftar elit ekonomi nasional, posisi keempat ditempati oleh Anthoni Salim, sosok di balik raksasa makanan Indofood Group, dengan nilai kekayaan mencapai US$10,8 miliar (Rp193,78 triliun). Menyusul di posisi kelima adalah Dato Sri Tahir, pemilik Mayapada Group, dengan harta senilai US$9,4 miliar (Rp168,54 triliun).

    Daftar ini ditutup oleh deretan konglomerat papan atas lainnya seperti Sri Prakash Lohia dari Indorama Corp dengan kekayaan US$8,6 miliar (Rp153,84 triliun), serta Otto Toto Sugiri, pionir di sektor pusat data melalui DCI Indonesia, yang memiliki aset sebesar US$8,2 miliar atau setara Rp146,68 triliun. Fluktuasi nilai aset para tokoh ini menjadi indikator penting bagi kesehatan ekonomi nasional dan kepercayaan investor terhadap sektor-sektor kunci di Indonesia.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Waspada Ancaman AI di Sektor Perbankan Dunia

    05-10-2026 - 20.06

    Industri Gadai Meroket Tajam

    05-10-2026 - 20.02

    OJK Tindak Tegas Puluhan Perusahaan Keuangan

    05-10-2026 - 18.06

    Eri Budiono Mundur dari Bank Neo Commerce

    05-10-2026 - 18.02

    Sektor Asuransi dan Dana Pensiun Tetap Tangguh

    05-10-2026 - 15.06

    Strategi Baru OJK Perkuat Fondasi Perbankan

    05-10-2026 - 15.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Waspada Ancaman AI di Sektor Perbankan Dunia

    agroplus.co.id – Dunia perbankan global kini tengah berada di persimpangan jalan antara inovasi teknologi yang…

    Industri Gadai Meroket Tajam

    05-10-2026 - 20.02

    OJK Tindak Tegas Puluhan Perusahaan Keuangan

    05-10-2026 - 18.06

    Eri Budiono Mundur dari Bank Neo Commerce

    05-10-2026 - 18.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.