agroplus.co.id – Dunia properti mewah kembali dikejutkan oleh langkah tak terduga dari salah satu tokoh paling berpengaruh di industri teknologi global. Larry Ellison, pendiri sekaligus sosok kunci di balik raksasa perangkat lunak Oracle, dilaporkan tengah melakukan aksi pembelian properti secara masif dan tersembunyi di kawasan eksklusif Florida, Amerika Serikat. Namun, yang menarik perhatian bukanlah sekadar nilai transaksinya yang fantastis, melainkan tujuan di balik pengumpulan aset hunian tersebut.
Berdasarkan laporan investigasi yang dirilis oleh Wall Street Journal, Ellison diketahui telah mengamankan delapan unit rumah di sebuah kawasan pemukiman elit dengan sistem keamanan tinggi di Boynton Beach, Florida. Langkah strategis ini dilakukan pada tahun 2023 dengan total nilai investasi mencapai hampir US$ 10 juta atau setara dengan Rp 178,8 miliar. Meski jumlahnya sangat besar bagi masyarakat umum, bagi seorang miliarder kelas dunia, ini hanyalah bagian kecil dari strategi pengelolaan gaya hidupnya.

Menariknya, deretan rumah mewah tersebut tidak dimaksudkan untuk dijadikan tempat tinggal pribadi bagi sang taipan. Alih-alih untuk hunian keluarga inti, Ellison dikabarkan menggunakan properti tersebut sebagai tempat tinggal bagi jajaran staf khusus dan orang-orang kepercayaan keluarganya. Salah satu fungsi utama dari kompleks hunian ini adalah untuk menampung para tutor pribadi yang bertugas mendidik kelima anak hasil pernikahannya dengan istri keenam.
Lokasi kedelapan rumah tersebut dipilih dengan sangat cermat, yakni berjarak sekitar 30 menit berkendara dari kompleks kediaman utama milik Ellison di Florida. Jarak ini dianggap sebagai "titik tengah" yang ideal; cukup dekat untuk memberikan respons cepat jika dibutuhkan bantuan, namun tetap memiliki jarak yang cukup untuk menjamin privasi total keluarga Ellison dari jangkauan publik maupun media.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru di kalangan kaum ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) atau orang-orang super kaya di dunia. Strategi membangun "desa kecil" bagi staf rumah tangga kini menjadi tren global untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan. Dengan menyediakan hunian yang layak dan dekat bagi para pekerja, para taipan dapat memastikan operasional harian keluarga mereka berjalan mulus tanpa harus mengorbankan ruang privasi di rumah utama.
Langkah serupa juga pernah dilakukan oleh Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms. Zuckerberg dilaporkan telah mengakuisisi sejumlah rumah di kawasan Palo Alto, California, guna membangun sebuah kompleks terpadu yang didedikasikan khusus untuk mendukung kebutuhan keluarganya.
Sebelum aksi di Boynton Beach, Ellison juga telah menunjukkan dominasinya di pasar properti Florida. Pada tahun 2022, ia tercatat telah membeli sebuah kompleks tepi laut yang sangat mewah di Manalapan senilai US$ 173 juta atau sekitar Rp 3,09 triliun. Rentetan pembelian ini menegaskan bahwa bagi para penguasa teknologi dunia, properti bukan lagi sekadar tempat berteduh, melainkan instrumen penting dalam membangun ekosistem privasi dan kenyamanan hidup yang tak tertembus.
