Close Menu
    What's Hot

    Bandara Dhoho Kini Resmi Dikelola Gudang Garam

    03-10-2026 - 15.06

    IHSG Terperosok di Sesi Pertama Hari Ini

    03-10-2026 - 15.02

    Perusahaan Singapura Incar Saham NAYZ

    03-10-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Bandara Dhoho Kini Resmi Dikelola Gudang Garam
    • IHSG Terperosok di Sesi Pertama Hari Ini
    • Perusahaan Singapura Incar Saham NAYZ
    • Aturan Baru Saldo Minimum Bank Besar
    • Dinamika Kabinet Baru Picu Gejolak Pasar
    • Strategi Ekspansi AZKO Sasar Kota Kecil
    • Skandal Menteri Koruptor Divonis Mati
    • Kado Manis HUT ke-28 Bank Mandiri untuk Investor
    Sabtu, 3 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Terperosok di Sesi Pertama Hari Ini
    Pangan

    IHSG Terperosok di Sesi Pertama Hari Ini

    03-10-2026 - 15.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren negatif pada perdagangan sesi pertama di pasar modal Indonesia, Jumat (2/10/2026). Setelah sempat mencoba menunjukkan taringnya di awal perdagangan, indeks justru tertekan oleh aksi jual yang cukup masif hingga berakhir di zona merah.

    Berdasarkan data terbaru, IHSG ditutup melemah sebesar 0,34 persen atau merosot 20,49 poin ke level 5.989,02 pada penutupan sesi I. Jika menilik perjalanan indeks sejak pembukaan pasar, IHSG sebenarnya memulai hari dengan optimisme di level 6.018,08. Bahkan, sempat terjadi penguatan sesaat yang membawa indeks menyentuh titik tertinggi harian di level 6.044,26. Namun, momentum positif tersebut tidak bertahan lama karena tekanan jual yang datang bertubi-tubi akhirnya menyeret indeks hingga menyentuh level terendah di angka 5.979,98.

    IHSG Terperosok di Sesi Pertama Hari Ini
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa dominasi saham yang melemah sangat terlihat jelas. Tercatat sebanyak 429 saham mengalami penurunan harga, sementara 294 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Di sisi lain, hanya 240 saham yang berhasil mencatatkan penguatan, sebuah angka yang tidak cukup kuat untuk menahan laju penurunan indeks secara keseluruhan.

    Dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi yang terjadi cukup tinggi, yakni mencapai 745,1 juta lot dengan nilai transaksi yang menembus angka Rp5.752,94 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun indeks melemah, aktivitas jual beli di pasar masih sangat dinamis.

    Beberapa sektor menjadi penyebab utama tertekannya IHSG siang ini. Sektor layanan akademik dan pendidikan menjadi yang paling terdampak dengan penurunan tajam sebesar 1,8 persen. Tak jauh berbeda, sektor utilitas juga mengalami koreksi sebesar 1,8 persen, disusul oleh sektor material dasar yang merosot 1,3 persen. Beberapa emiten besar yang turut menjadi pemberat indeks antara lain adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA), serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT).

    Meski demikian, masih ada beberapa saham yang mampu memberikan dukungan terhadap indeks, seperti PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).

    Menatap perdagangan sesi kedua, para investor diprediksi akan tetap waspada menghadapi berbagai sentimen kompleks. Dari faktor domestik, isu mengenai reshuffle kabinet, implementasi aturan short selling, serta rilis data ekonomi penting seperti manufaktur, neraca perdagangan, dan angka inflasi akan menjadi sorotan utama.

    Sementara itu, dari kancah global, ketidakpastian geopolitik terkait perang, fluktuasi harga minyak dunia, serta rilis data ekonomi dari Amerika Serikat, Zona Euro, dan Jepang akan terus membayangi psikologi pasar. Investor khususnya sangat memperhatikan data ketenagakerjaan AS, mulai dari klaim pengangguran hingga non-farm payrolls, yang diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap arah pergerakan pasar modal global.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Bandara Dhoho Kini Resmi Dikelola Gudang Garam

    03-10-2026 - 15.06

    Perusahaan Singapura Incar Saham NAYZ

    03-10-2026 - 13.06

    Aturan Baru Saldo Minimum Bank Besar

    03-10-2026 - 13.02

    Dinamika Kabinet Baru Picu Gejolak Pasar

    03-10-2026 - 10.06

    Strategi Ekspansi AZKO Sasar Kota Kecil

    03-10-2026 - 10.02

    Skandal Menteri Koruptor Divonis Mati

    03-10-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Bandara Dhoho Kini Resmi Dikelola Gudang Garam

    agroplus.co.id – Dinamika pengelolaan infrastruktur transportasi di Indonesia kembali mengalami perubahan signifikan. PT Angkasa Pura…

    IHSG Terperosok di Sesi Pertama Hari Ini

    03-10-2026 - 15.02

    Perusahaan Singapura Incar Saham NAYZ

    03-10-2026 - 13.06

    Aturan Baru Saldo Minimum Bank Besar

    03-10-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.