agroplus.co.id – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI), yang melalui unit bisnis AZKO, secara resmi mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi bumi dan manusia. Melalui visi besar bertajuk Sustainability Ambitions 2030, perusahaan ini mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam jantung operasionalnya melalui tiga pilar utama: People (Manusia), Environment (Lingkungan), dan Business (Bisnis).
Langkah strategis ini bukan sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) biasa. AZKO berupaya mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan melalui gaya hidup yang bertanggung jawab. Salah satu inisiatif unggulannya adalah program "Berbagi Cahaya", sebuah gerakan donasi lampu LED hemat energi yang telah berjalan sejak tahun 2017.

Hingga saat ini, program tersebut telah menyentuh 30 kota dengan mendistribusikan lebih dari 37.000 lampu LED ke berbagai fasilitas publik seperti sekolah, rumah ibadah, hingga museum. Ambisinya tidak berhenti di sini. Menuju tahun 2030, AZKO menargetkan distribusi lampu hemat energi ini menjangkau 30.000 rumah, 300 sekolah, dan 300 fasilitas publik di 80 kota di seluruh Indonesia. Secara ekologis, langkah ini diproyeksikan mampu menghemat konsumsi listrik hingga 73,8 juta kWh dan mencegah emisi karbon sebesar 64.206 ton CO2.
Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Teresa Wibowo, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurutnya, AZKO ingin mendorong masyarakat untuk mengadopsi efisiensi energi demi masa depan Indonesia yang lebih hijau.
Selain urusan energi, AZKO juga menyoroti masalah limbah elektronik melalui program "BISA BAIK" (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik). Menyadari bahaya sampah elektronik (e-waste) yang dapat mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan, AZKO menyediakan drop box khusus di 24 gerai yang tersebar di 17 kota besar, termasuk Jakarta, Surabaya, hingga Makassar. Program ini bertujuan meminimalkan sampah elektronik yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Komitmen hijau ini juga tercermin dalam portofolio produk mereka. Saat ini, sekitar 10% produk AZKO telah masuk dalam kategori ramah lingkungan, seperti produk hemat air dan energi. Angka ini ditargetkan melonjak hingga 22% pada tahun 2030. Produk-produk seperti lampu LED Krisbow, baterai isi ulang (rechargeable), hingga perangkat smart composter menjadi bukti nyata transisi produk mereka ke arah keberlanjutan.
Dari sisi manajemen, keberlanjutan ini diperkuat dengan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Hal ini terbukti dari peningkatan peringkat MSCI ESG Rating perusahaan ke level BBB. Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S. Widjaja, menekankan bahwa bisnis yang sehat haruslah transparan, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
