Close Menu
    What's Hot

    Rupiah Bangkit dari Ambang Krisis Dolar

    29-09-2026 - 15.06

    IHSG Terjun Bebas Investor Mulai Panik

    29-09-2026 - 15.02

    Bursa Asia Merah Membara IHSG Ikut Tertekan

    29-09-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rupiah Bangkit dari Ambang Krisis Dolar
    • IHSG Terjun Bebas Investor Mulai Panik
    • Bursa Asia Merah Membara IHSG Ikut Tertekan
    • Nvidia Siapkan Dana Jumbo Borong Emiten RI
    • Rupiah Terpuruk Tembus Rp18000 per Dolar
    • Strategi Besar EPAC Perkuat Modal
    • IHSG Merosot Tajam Asing Jual Saham
    • IHSG Merosot Tajam Investor Asing Borong Saham Ini
    Selasa, 29 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rupiah Bangkit dari Ambang Krisis Dolar
    Pangan

    Rupiah Bangkit dari Ambang Krisis Dolar

    29-09-2026 - 15.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Mata uang Garuda menunjukkan taringnya setelah sempat terpuruk di awal perdagangan. Rupiah berhasil membalikkan keadaan dan mencatatkan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan pasar Selasa (29/9/2026). Pergerakan positif ini menjadi angin segar setelah sebelumnya sempat tertekan hebat oleh dominasi mata uang greenback.

    Berdasarkan data terbaru dari Refinitiv, rupiah menutup sesi perdagangan pada level Rp17.960 per dolar AS. Meskipun kenaikan ini hanya sebesar 0,03%, pencapaian tersebut sangat berarti karena berhasil membalikkan tren pelemahan pada perdagangan Senin (28/9/2026) yang sempat merosot 0,48% ke level Rp17.965/US$.

    Rupiah Bangkit dari Ambang Krisis Dolar
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Drama terjadi di awal sesi perdagangan hari ini. Rupiah sempat mengalami tekanan hebat hingga menyentuh titik terendahnya di angka Rp18.010 per dolar AS. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran pasar akan depresiasi yang lebih dalam. Namun, berkat daya tahan yang kuat, mata uang nasional mampu bangkit sekitar 40 poin dari titik nadir tersebut dan berhasil mengakhiri hari di zona hijau.

    Di sisi lain, kekuatan dolar AS melalui indeks dolar (DXY) terpantau masih cukup tangguh. Hingga pukul 15.00 WIB, indeks tersebut naik 0,14% ke posisi 101,338, yang menunjukkan bahwa tekanan global terhadap mata uang negara berkembang masih cukup signifikan.

    Menanggapi dinamika ini, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah merupakan hasil kombinasi antara sentimen global yang tidak menentu dan kebutuhan valuta asing domestik. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa ketidakpastian inflasi global dan risiko fiskal menjadi pemicu utama penguatan dolar.

    Salah satu faktor pemicu adalah lonjakan harga minyak mentah yang menembus angka US$108 per barel akibat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memperketat kebijakan moneter lebih lanjut. Dampaknya, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak ke level 5,23%, angka tertinggi sejak tahun 2007.

    Selain faktor eksternal, kebutuhan dolar dari para importir dalam negeri menjelang akhir kuartal III-2026 juga turut menekan nilai tukar. Ditambah lagi dengan adanya arus modal keluar dari pasar aset negara berkembang.

    Meski demikian, BI tetap optimis. Cadangan devisa Indonesia yang tercatat kuat di angka US$146,5 miliar per akhir Agustus 2026 menjadi bantalan yang kokoh untuk menjaga stabilitas. BI menegaskan akan terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder guna memastikan rupiah bergerak sesuai dengan fundamental ekonominya.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    IHSG Terjun Bebas Investor Mulai Panik

    29-09-2026 - 15.02

    Bursa Asia Merah Membara IHSG Ikut Tertekan

    29-09-2026 - 13.06

    Nvidia Siapkan Dana Jumbo Borong Emiten RI

    29-09-2026 - 13.02

    Rupiah Terpuruk Tembus Rp18000 per Dolar

    29-09-2026 - 10.06

    Strategi Besar EPAC Perkuat Modal

    29-09-2026 - 10.02

    IHSG Merosot Tajam Asing Jual Saham

    29-09-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rupiah Bangkit dari Ambang Krisis Dolar

    agroplus.co.id – Mata uang Garuda menunjukkan taringnya setelah sempat terpuruk di awal perdagangan. Rupiah berhasil…

    IHSG Terjun Bebas Investor Mulai Panik

    29-09-2026 - 15.02

    Bursa Asia Merah Membara IHSG Ikut Tertekan

    29-09-2026 - 13.06

    Nvidia Siapkan Dana Jumbo Borong Emiten RI

    29-09-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.