Close Menu
    What's Hot

    Strategi Besar NIRO Jual Aset Triliunan

    01-10-2026 - 13.07

    Laba VKTR Melejit Drastis di Tengah Tren Listrik

    01-10-2026 - 13.02

    Strategi Cuan di Tengah Tekanan Pasar Saham

    01-10-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Strategi Besar NIRO Jual Aset Triliunan
    • Laba VKTR Melejit Drastis di Tengah Tren Listrik
    • Strategi Cuan di Tengah Tekanan Pasar Saham
    • Proyek Data Center Jatiluhur Terhenti
    • IHSG Merah Akibat Aksi Jual Asing
    • IHSG Merosot Tajam Asing Borong Saham Ini
    • Misteri Suku Bunga BI di Akhir Tahun
    • Strategi BI Borong SBN Capai Rp300 Triliun
    Kamis, 1 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rahasia Sukses Konglomerat di Gunung Kawi
    Pangan

    Rahasia Sukses Konglomerat di Gunung Kawi

    27-09-2026 - 15.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Gunung Kawi yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama ini memang tidak pernah lepas dari selimut misteri. Kawasan ini sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat karena stigma negatif yang melekat, yakni sebagai tempat untuk mencari pesugihan atau jalan pintas menuju kekayaan. Namun, di balik narasi mistis yang berkembang, tersimpan catatan sejarah yang menarik mengenai perjalanan hidup dua tokoh besar ekonomi Indonesia.

    Dua pengusaha keturunan Tionghoa yang namanya melegenda di dunia bisnis tanah air, yakni Ong Hok Liong dan Liem Sioe Liong, ternyata memiliki keterkaitan erat dengan kawasan ziarah ini. Meski keduanya membangun imperium bisnis yang sangat berbeda, ada satu benang merah yang menyatukan mereka: kunjungan rutin ke Gunung Kawi untuk mencari petunjuk spiritual.

    Rahasia Sukses Konglomerat di Gunung Kawi
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Sosok pertama adalah Ong Hok Liong, pendiri raksasa industri rokok Bentoel. Berdasarkan catatan sejarah dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa karya George Quinn, Ong dikenal sebagai sosok yang kerap mendatangi Gunung Kawi untuk memohon kelancaran usaha kepada sosok spiritual setempat, Eyang Jugo dan Iman Soedjono.

    Sebuah peristiwa ikonik terjadi pada tahun 1954. Saat sedang berziarah, Ong dikisahkan tertidur di area makam dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas. Setelah berkonsultasi dengan juru kunci, mimpi tersebut ditafsirkan sebagai pesan gaib agar ia mengubah identitas bisnisnya. Saat itu, pabrik rokoknya masih menggunakan nama Stroothes-Fabriek yang performanya sedang stagnan. Mengikuti petunjuk tersebut, ia mengganti nama mereknya menjadi "Bentoel", yang diambil dari sebutan lokal masyarakat Malang untuk ubi talas. Keputusan ini terbukti sangat jitu. Nama Bentoel meledak di pasaran dan berhasil mengubah perusahaan tersebut menjadi salah satu pemain utama industri tembakau di Indonesia dengan ribuan karyawan.

    Tokoh besar kedua adalah Liem Sioe Liong, sosok di balik kemegahan Salim Group. Dalam buku biografi yang ditulis oleh Richard Borsuk dan Nancy Chng, terungkap bahwa pria yang akrab disapa Om Liem ini memiliki rutinitas spiritual yang sangat terjadwal. Ia tercatat melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Gunung Kawi sebanyak tiga hingga lima kali dalam setahun.

    Sebelum mengambil keputusan strategis yang menyangkut nasib bisnisnya, Liem biasanya akan berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa di kawasan tersebut. Ia kerap menggunakan metode ramalan tradisional, seperti menggoyang tabung bambu berisi lidi untuk mendapatkan petunjuk dari para peramal atau rahib.

    Salah satu momen paling krusial dalam sejarah perbankan Indonesia terjadi saat Liem harus menentukan siapa yang akan memimpin Bank Central Asia (BCA). Keputusan besar untuk menunjuk Mochtar Riady sebagai nakhoda BCA disebut-sebut diambil setelah Liem mendapatkan "restu" spiritual dari Gunung Kawi. Ia merasa sangat yakin dengan langkah tersebut, bahkan mengibaratkan dirinya sebagai sosok pendukung utama bagi Mochtar dalam membangun kejayaan bank tersebut.

    Meskipun praktik spiritual ini memicu berbagai perdebatan, kisah kedua konglomerat ini memberikan gambaran unik tentang bagaimana aspek kepercayaan dan tradisi lokal bersinggungan dengan strategi bisnis skala besar dalam membentuk sejarah ekonomi Indonesia.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Strategi Besar NIRO Jual Aset Triliunan

    01-10-2026 - 13.07

    Laba VKTR Melejit Drastis di Tengah Tren Listrik

    01-10-2026 - 13.02

    Strategi Cuan di Tengah Tekanan Pasar Saham

    01-10-2026 - 10.06

    Proyek Data Center Jatiluhur Terhenti

    01-10-2026 - 10.02

    IHSG Merah Akibat Aksi Jual Asing

    01-10-2026 - 08.06

    IHSG Merosot Tajam Asing Borong Saham Ini

    01-10-2026 - 08.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Strategi Besar NIRO Jual Aset Triliunan

    agroplus.co.id – Langkah strategis diambil oleh emiten properti PT City Retail Developments Tbk (NIRO) dalam…

    Laba VKTR Melejit Drastis di Tengah Tren Listrik

    01-10-2026 - 13.02

    Strategi Cuan di Tengah Tekanan Pasar Saham

    01-10-2026 - 10.06

    Proyek Data Center Jatiluhur Terhenti

    01-10-2026 - 10.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.