agroplus.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berupaya meningkatkan kapasitas angkut transportasi massal di wilayah Jabodetabek. Langkah strategis ini dilakukan melalui pemesanan 16 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) terbaru dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Hingga saat ini, proses produksi dan perawatan armada tersebut tengah berjalan intensif di fasilitas manufaktur INKA.
Proses pengerjaan 16 trainset baru ini dilakukan secara paralel dengan program perawatan besar atau General Check Up (GCU) terhadap armada yang sudah beroperasi. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rangkaian kereta dalam kondisi prima guna melayani lonjakan penumpang yang terus meningkat setiap harinya.

Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, menjelaskan bahwa dari total pesanan 16 rangkaian tersebut, sebagian masih dalam tahap pengerjaan di pabrik. Sementara itu, untuk armada lama yang sedang menjalani perawatan, progresnya menunjukkan hasil positif.
"Total pesanan KRL KAI Commuter kepada INKA berjumlah 16 trainset. Adapun dari tujuh trainset yang menjalani General Check Up, saat ini dua trainset telah kembali beroperasi," ungkap Nanang kepada agroplus.co.id, Sabtu (26/9/2026).
Namun, perlu dicatat bahwa dua rangkaian yang telah selesai diperiksa tersebut tidak langsung diterjunkan ke jalur rel. Ada protokol keamanan ketat yang harus dilalui, yakni melalui tahapan pengujian menyeluruh guna memastikan seluruh sistem berfungsi normal sebelum kembali melayani penumpang.
Saat ini, fokus pengerjaan INKA terbagi dalam beberapa tahap. Selain menyelesaikan lima rangkaian yang sedang menjalani perawatan intensif, INKA juga tengah mengebut produksi untuk pesanan baru. "Untuk trainset ke-8 dan ke-9 saat ini sedang dalam tahap finishing di pabrik kami di Madiun," tambah Nanang.
Upaya penambahan armada ini menjadi sangat krusial mengingat angka ketergantungan masyarakat terhadap transportasi publik semakin tinggi. Data menunjukkan bahwa rata-rata pengguna KRL di wilayah Jabodetabek telah menyentuh angka fantastis, yakni sekitar 1,1 juta penumpang per hari.
Di sisi lain, PT KAI juga sempat mengambil langkah preventif dengan melakukan penarikan (recall) terhadap 7 unit trainset seri iE305/CLI-225. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah ditemukan potensi masalah pada komponen tertentu yang dapat mengganggu operasional.
"Kami memutuskan untuk melakukan recall terhadap 7 unit tersebut demi menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang," jelas Bobby dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR. Dengan adanya penambahan armada baru dan perawatan rutin yang ketat, diharapkan layanan KRL ke depannya akan semakin stabil dan mampu menampung kebutuhan mobilitas warga yang terus tumbuh.
