Close Menu
    What's Hot

    Harta Karun Emas Tersembunyi di Sawah

    26-09-2026 - 10.06

    Rencana Danantara Kuasai Saham BEI

    26-09-2026 - 10.02

    Bos RAAM Borong Saham Sendiri

    26-09-2026 - 08.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Harta Karun Emas Tersembunyi di Sawah
    • Rencana Danantara Kuasai Saham BEI
    • Bos RAAM Borong Saham Sendiri
    • Gelombang Penutupan Bank di Indonesia
    • Suku Bunga AS Naik Rupiah Terancam
    • IHSG Merosot Tajam Saham Bank Jadi Beban
    • Rupiah Terancam Tembus Rp 18000 Per Dolar
    • Aturan Baru OJK Kawal Pasar Modal
    Sabtu, 26 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Merangkak Naik di Akhir Pekan
    Pangan

    IHSG Merangkak Naik di Akhir Pekan

    25-09-2026 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Jumat (24/9/2026). Setelah sempat mengalami koreksi tajam pada sesi perdagangan sebelumnya, bursa saham Indonesia akhirnya berhasil bangkit dan bergerak ke zona hijau saat memulai aktivitas pagi ini.

    Berdasarkan data terbaru dari IDX Mobile, IHSG dibuka menguat 16,93 poin atau naik sebesar 0,27% ke level 6.315,53. Momentum penguatan ini bahkan terlihat semakin solid hanya dalam hitungan menit setelah pasar dibuka, di mana indeks sempat melonjak hingga 0,45%. Sepanjang awal perdagangan, pergerakan indeks terpantau fluktuatif dalam rentang terendah di level 6.311 hingga titik tertinggi di 6.327.

    IHSG Merangkak Naik di Akhir Pekan
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Aktivitas transaksi di pasar modal menunjukkan dinamika yang cukup ramai. Tercatat sebanyak 183 saham mengalami kenaikan harga, sementara 120 saham bergerak melemah. Adapun 306 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi yang mengalir mencapai angka Rp76 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 180,74 juta saham yang berpindah tangan melalui 27.965 transaksi.

    Memasuki penutupan perdagangan pekan ini, para pelaku pasar masih harus bersikap waspada terhadap berbagai sentimen yang berpotensi memicu volatilitas. Dari sisi domestik, perhatian investor tertuju pada pertumbuhan jumlah uang beredar, kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta hasil pembahasan mengenai kondisi ekonomi nasional dan postur APBN 2027.

    Sementara itu, tekanan dari pasar global tetap menjadi faktor krusial. Pergerakan dolar AS, imbal hasil (yield) US Treasury, fluktuasi harga minyak dunia, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi variabel yang terus dipantau ketat.

    Salah satu faktor eksternal yang paling menekan adalah sinyal dari pejabat Federal Reserve (The Fed). Dua pejabat penting The Fed memberikan isyarat bahwa suku bunga di Amerika Serikat masih berpotensi naik guna menjinakkan inflasi yang dinilai masih sulit dikendalikan. Anna Paulson, Presiden Philadelphia Fed, menyebut inflasi masih "membandel", sementara John Williams, Presiden New York Fed, menilai adanya kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lanjutan pada akhir tahun 2026.

    Kondisi ini diperparah dengan lonjakan yield obligasi Treasury AS tenor panjang yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade terakhir. Lonjakan ini memicu aksi jual obligasi secara global, yang berisiko menekan pertumbuhan ekonomi dunia akibat meningkatnya biaya pinjaman. Saat ini, investor mulai mewaspadai level yield 6% pada Treasury 10 tahun yang dapat memberikan tekanan hebat pada pasar keuangan dan korporasi di Amerika Serikat.

    Di kawasan Asia-Pasifik sendiri, pergerakan bursa cenderung bervariasi. Indeks Nikkei 225 dan Topix di Jepang mencatatkan penguatan, sementara bursa Australia melalui S&P/ASX 200 justru mengalami pelemahan di tengah ketidakpastian pasar global.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Harta Karun Emas Tersembunyi di Sawah

    26-09-2026 - 10.06

    Rencana Danantara Kuasai Saham BEI

    26-09-2026 - 10.02

    Bos RAAM Borong Saham Sendiri

    26-09-2026 - 08.06

    Gelombang Penutupan Bank di Indonesia

    26-09-2026 - 08.02

    Suku Bunga AS Naik Rupiah Terancam

    26-09-2026 - 05.07

    IHSG Merosot Tajam Saham Bank Jadi Beban

    26-09-2026 - 05.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Harta Karun Emas Tersembunyi di Sawah

    agroplus.co.id – Sebuah peristiwa tak terduga pernah mengguncang sebuah desa di Klaten, Jawa Tengah, yang…

    Rencana Danantara Kuasai Saham BEI

    26-09-2026 - 10.02

    Bos RAAM Borong Saham Sendiri

    26-09-2026 - 08.06

    Gelombang Penutupan Bank di Indonesia

    26-09-2026 - 08.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.