Agroplus – Gurita bisnis Hashim Djojohadikusumo melalui Arsari Group kembali mengukuhkan posisinya di sektor energi. PT Nations Petroleum, salah satu entitas di bawah naungan Arsari, berhasil memenangkan lelang Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Natuna D-Alpha. Kemenangan ini menegaskan posisi Hashim sebagai pemain kunci di industri hulu migas, sekaligus melengkapi portofolio bisnisnya yang telah merambah jauh ke sektor teknologi dan telekomunikasi.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa Nations Petroleum menjadi salah satu pemenang dalam lelang enam WK Migas Tahap I Tahun 2026. Secara spesifik, Nations Petroleum berhasil mengamankan WK Natuna D-Alpha melalui skema penawaran langsung, dengan komitmen pasti tiga tahun pertama senilai US$ 103.309.000 dan bonus tanda tangan sebesar US$ 200.000. Komitmen total dari keenam WK yang dilelang mencapai US$ 141,51 juta, dengan akumulasi bonus tanda tangan US$ 1,6 juta.

Menurut situs resmi Arsari Group, Nations Petroleum berfokus pada investasi teknologi ekstraksi dan pemulihan mutakhir. Tujuannya jelas: memaksimalkan efisiensi, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan berkontribusi pada masa depan energi yang lebih terjamin.
Hashim Djojohadikusumo sendiri bukanlah pemain baru di kancah migas. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya di sektor hulu telah dimulai sejak tahun 1994. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, termasuk eksplorasi di berbagai benua seperti Kazakhstan, Azerbaijan, hingga wilayah California di Amerika Serikat, Hashim memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika operasional dan risiko tinggi dalam industri energi global.
Dalam sebuah acara di The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat (18/9/2026), Hashim menegaskan bahwa kunci keberhasilan investasi migas di mana pun terletak pada tiga pilar utama: kepastian hukum, stabilitas politik, dan aturan fiskal yang kompetitif. Ia optimis bahwa pemerintah Indonesia saat ini telah memahami resep sukses ini untuk menarik lebih banyak investor global.
Namun, ambisi bisnis Hashim tidak berhenti di sektor migas. Arsari Group telah agresif melakukan diversifikasi ke berbagai sektor strategis lainnya, termasuk teknologi dan telekomunikasi, menunjukkan visi yang jauh ke depan dalam lanskap ekonomi digital Indonesia.
Salah satu jejaknya terlihat pada investasi di PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Melalui entitas investasinya, PT Arsari Nusa Investama, Arsari Group menjadi salah satu pemegang saham COIN. Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menyatakan bahwa investasi ini adalah wujud dukungan nyata Arsari terhadap transformasi digital di Tanah Air. Aryo menambahkan, visi Arsari sejalan dengan COIN serta entitas anaknya, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain itu, Arsari Group juga menancapkan kuku di PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Melalui PT Arsari Sentra Data, Hashim secara tidak langsung menjadi pemilik perusahaan yang bergerak di bidang layanan periklanan, produk dan layanan digital, serta jaringan serat optik ini. Pada 23 Desember 2024, Arsari Sentra mengakuisisi 45% saham PT Investasi Sukses Bersama, yang merupakan pengendali WIFI dengan kepemilikan saham 54,42% per 31 Agustus 2026. Perlu dicatat, pada tahun 2025, WIFI berhasil memenangkan lelang pita frekuensi 1.4 GHz Broadband Wireless Access (BWA) untuk Region 1, mencakup wilayah Jawa, Papua, dan Maluku, memperkuat posisinya di infrastruktur digital nasional.
Dengan ekspansi strategis ini, Hashim Djojohadikusumo dan Arsari Group tidak hanya mengamankan masa depan energi Indonesia, tetapi juga turut membentuk lanskap digital yang semakin terintegrasi dan maju.
