Close Menu
    What's Hot

    Bunga Obligasi AS Meroket: Rupiah & Harga Pangan Aman?

    13-09-2026 - 10.06

    Lebih dari Gaji! 5 Tanda Ini Ungkap Kelas Ekonomi Anda

    13-09-2026 - 10.02

    Rahasia Eks Menteri Terbongkar: Jualan Beras di Glodok!

    13-09-2026 - 08.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Bunga Obligasi AS Meroket: Rupiah & Harga Pangan Aman?
    • Lebih dari Gaji! 5 Tanda Ini Ungkap Kelas Ekonomi Anda
    • Rahasia Eks Menteri Terbongkar: Jualan Beras di Glodok!
    • Misteri Tuan Tanah Matraman: 400 Hektare di Jantung Ibu Kota!
    • Jumat Kelabu Bursa: IHSG Anjlok, Asing Obral Saham!
    • MGLV Rights Issue: Rp2,53 Triliun, Demi Dominasi Data Center!
    • Harga Minyak Meroket, Sektor Pertanian Siaga Penuh!
    Minggu, 13 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Jumat Kelabu Bursa: IHSG Anjlok, Asing Obral Saham!
    Pangan

    Jumat Kelabu Bursa: IHSG Anjlok, Asing Obral Saham!

    13-09-2026 - 05.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali diwarnai sentimen negatif pada perdagangan Jumat lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok dalam, dan tak bisa dipungkiri, peran investor asing dalam aksi jual bersih mereka turut memperparah kondisi pasar saham domestik.

    Hingga penutupan sesi I, IHSG terpantau anjlok signifikan sebesar 1,49%, kehilangan 98,43 poin, dan parkir di level 6.490,91. Kondisi pasar mencerminkan kekhawatiran yang mendalam, terlihat dari dominasi saham yang melemah, mencapai 545 emiten. Sementara itu, hanya 141 saham yang berhasil menguat, dan 277 saham lainnya stagnan, seolah tak berdaya menghadapi gelombang tekanan.

    Jumat Kelabu Bursa: IHSG Anjlok, Asing Obral Saham!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa investor asing memang menjadi salah satu pemicu utama penurunan ini. Mereka membukukan aksi jual bersih atau net foreign sell senilai Rp428,96 miliar. Angka ini didapat dari total pembelian asing sebesar Rp2,33 triliun yang jauh lebih kecil dibandingkan total penjualan mereka yang mencapai Rp2,76 triliun. Sebuah indikasi jelas bahwa kepercayaan terhadap pasar domestik sedang diuji.

    Beberapa saham unggulan tak luput dari sasaran obral asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi primadona di daftar jual, dengan nilai net sell mencapai Rp311,71 miliar. Menyusul di belakangnya, ada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang dilepas asing senilai Rp99,73 miliar, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net sell Rp50,63 miliar. Ini menunjukkan bahwa bahkan saham-saham berkapitalisasi besar pun rentan terhadap sentimen negatif pasar.

    Namun, di tengah gelombang jual yang masif, beberapa saham justru menarik perhatian investor asing untuk diakumulasi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil mencatatkan net foreign buy terbesar, mencapai Rp142,46 miliar, menunjukkan adanya keyakinan pada fundamentalnya. Selain itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga diakumulasi sebesar Rp37,78 miliar, diikuti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan Rp34 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp29,08 miliar. Ini bisa menjadi sinyal bahwa tidak semua sektor atau emiten dianggap sama di mata investor global.

    Pergerakan pasar yang fluktuatif ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar dan investor. Dengan IHSG yang masih mencari pijakan, dinamika aksi beli dan jual asing akan terus menjadi barometer penting untuk memprediksi arah pasar ke depan. Informasi lebih lanjut mengenai tren pasar dan analisis mendalam dapat Anda temukan di agroplus.co.id.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Bunga Obligasi AS Meroket: Rupiah & Harga Pangan Aman?

    13-09-2026 - 10.06

    Lebih dari Gaji! 5 Tanda Ini Ungkap Kelas Ekonomi Anda

    13-09-2026 - 10.02

    Rahasia Eks Menteri Terbongkar: Jualan Beras di Glodok!

    13-09-2026 - 08.06

    Misteri Tuan Tanah Matraman: 400 Hektare di Jantung Ibu Kota!

    13-09-2026 - 08.02

    13-09-2026 - 05.02

    MGLV Rights Issue: Rp2,53 Triliun, Demi Dominasi Data Center!

    13-09-2026 - 02.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Bunga Obligasi AS Meroket: Rupiah & Harga Pangan Aman?

    Agroplus – Kabar kurang sedap datang dari pasar keuangan global, yang tentu saja berpotensi menguji…

    Lebih dari Gaji! 5 Tanda Ini Ungkap Kelas Ekonomi Anda

    13-09-2026 - 10.02

    Rahasia Eks Menteri Terbongkar: Jualan Beras di Glodok!

    13-09-2026 - 08.06

    Misteri Tuan Tanah Matraman: 400 Hektare di Jantung Ibu Kota!

    13-09-2026 - 08.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.