Agroplus – Di tengah perlambatan sektor Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya untuk segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) justru menunjukkan optimisme yang kuat. Bank spesialis perumahan ini tetap mempertahankan target penyaluran kredit tahunan sebesar 8%-10% secara tahunan, sebuah angka yang terbilang ambisius mengingat dinamika pasar properti saat ini.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa keyakinan ini bukan tanpa dasar. Menurutnya, BTN akan mengandalkan strategi diversifikasi dengan mengakuisisi portofolio kredit pensiunan dari SMBC Indonesia sebagai pendorong utama pertumbuhan. Langkah strategis ini menjadi kunci bagi BTN untuk tidak merevisi target yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) awal. "Masih sama dengan RBB awal," tegas Nixon dalam acara Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Nixon memaparkan, pertumbuhan kredit hingga semester I tahun ini memang banyak didorong oleh aksi korporasi. Ia memperkirakan, jika ada peningkatan, mungkin hanya sedikit di atas target minimum, sekitar 10,1% atau 10,2%, namun tidak akan jauh melampaui rentang yang sudah ditetapkan.
Meskipun demikian, BTN juga menunjukkan kehati-hatian. Nixon menyebutkan bahwa bank akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit ke depan, terutama pada sejumlah segmen termasuk KPR MBR. "Memang kalau kita lihat pertumbuhan KPR terutama yang MBR. Kalau kita lihat memang lebih slow pembangunan rumah maupun pembelian rumah. Jadi kita enggak berani membuat target melebihi tren yang terjadi di industri perumahan," jelasnya, menggarisbawahi realitas pasar yang ada.
Selain faktor permintaan yang melambat, Nixon juga menyoroti kendala dari sisi pasokan perumahan, khususnya di wilayah Jawa Barat. Permasalahan perizinan menjadi salah satu hambatan utama yang memperlambat laju pembangunan. "Apalagi sisi supply-nya juga masih pelan ya terutama di daerah Jawa Barat. Ada beberapa persoalan perizinan dan sebagainya. Itu yang menyebabkan kami juga tetap memasang angka 8 sampai 10 persen," pungkasnya.
Dengan kombinasi strategi akuisisi portofolio baru yang menjanjikan, pendekatan yang lebih selektif pada KPR MBR, serta pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar dan tantangan pasokan, BTN yakin dapat mencapai target pertumbuhan kreditnya. Ini adalah langkah adaptif yang menunjukkan ketahanan bank dalam menghadapi gejolak ekonomi dan tantangan sektor properti.
